(0298) 591028 [email protected]

Setiap lembaga tentu saja memiliki pengurus. Demikian juga sebuah paroki. Kelompok orang yang mengurus sebuah paroki disebut Dewan Paroki.

Dewan Paroki adalah persekutuan para pelayan umat Allah yang terdiri dari imam sebagai wakil Uskup dan kaum awam serta serta biarawan-biarawati sebagai wakil umat bersama-sama melaksanakan tugas dan panggilan untuk terlibat dalam tritugas Kristus, yakni menguduskan, mewartakan, dan menggembalakan.

  1. Dewan Paroki terdiri dari :
    1. Dewan Harian, terdiri :
      • Ketua ( pastor kepala officio )
      • Wakil Ketua I ( pastor pembantu officio )
      • Wakil Ketua II ( awam )
      • Ketua-ketua Bidang
      • Koordinator Ketua-ketua Wilayah
      • Sekretaris I
      • Sekretaris II
      • Bendahara I
      • Bendahara II
      • Bendahara III

Bila Pastor Pembantu lebih dari 1 (satu) orang, semua Pastor Pembantu bersama-sama menjadi Wakil Ketua I.

  1. Dewan Inti, terdiri dari :
    • Dewan Harian.
    • Ketua-ketua Wilayah.
    • Kordinator-koordinator Tim Kerja.
  2. Dewan Pleno, terdiri dari :
    • Dewan Inti.
    • Ketua-ketua lingkungan.
    • Wakil-wakil organisasi, Biara, Karya Pastoral Khusus.
    • Tokoh-tokoh.
  3. Tim Kerja adalah kelompok kecil yang terbentuk untuk mendampingi gerakan-gerakan pengembangan bidang-bidang kegiatan Gereja di paroki.

Istilah “Tim Kerja”  menggantikan istilah “Seksi”  dalam struktur Dewan Paroki Keuskupan Agung Semarang.  Istilah ini dipilih untuk mengungkapkan dimensi keterlibatan umat.  Tim Kerja merupakan kelompok orang yang bekerja bersama dalam pola kerja satu kesatuan tim.   Prinsip kerja tim ialah membicarakan dan melaksanakan segala sesuatu bersama-sama dalam tim, sedemikian rupa sehingga setiap anggota tim ikut terlibat.  Suatu Tim Kerja memiliki satu koordinator.

Dewan Paroki berfungsi sebagai wadah pelayanan dan koordinasi keterlibatan seluruh umat dalam melaksanakan panggilan dan tugas perutusan Gereja. Dewan Paroki bertujuan :

  1. Menyelenggarakan tata penggembalaan yang melibatkan, mengembangkan, memberdayakan, dan mencerdaskan seluruh umat, khususnya kaum muda sesuai dengan semangat Santo Yusup Suami Maria, pelindung Paroki, yang setia dan tekun berjuang membangun habitus baru
  2. Membangun kerjasama dengan siapa pun yang berkehendak baik dalam hubungan antar agama dan kepercayaan.
  3. Mengembangkan pola hidup dan pola pikir, serta pola tindak dalam masyarakat yang majemuk, dengan tetap memberi perhatian kepada yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir.

Anda dapat mengunduh Job Desc Dewan Paroki 2018-2020 di sini

%d blogger menyukai ini: