(0298) 591028 [email protected]

Kesibukan pasangan muda yang hendak menikah secara Katolik kadang membuat bingung menentukan jadwal kursus persiapan perkawinan.  Dengan konsep weekend, Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) menjadi lebih ringkas tanpa kehilangan mutu materi. Tim Kerja Pendamping Keluarga Paroki St Yusup Ambarawa memfasilitasi kursus persiapan perkawinan pada hari Sabtu – Minggu setiap minggu I bulan genap. Kami bekerjasama dengan RR Pangesthi Wening di sebelah Gereja Jago untuk menyediakan ruang kelas KPP yang nyaman, fasilitas menginap (pa-pi terpisah), dan narasumber berkualitas.

SYARAT PERKAWINAN

1.1 Persyaratan Pemberkatan Pernikahan di Gereja

  1. Konsultasi pada Ketua Lingkungan
  2. Perkenalan dengan Pastor minimal 3 bulan sebelum perkawinan dilaksanakan, dengan membawa salinan Surat Permandian terbaru ( Calon dari Gereja Prostestan cukup menyerahkan Fotokopi Surat Permandian ) dan Surat Keterangan dari Lingkungan.
  3. Persiapan Perkawinan:

Pastor memberi petunjuk Pastoral untuk perkawinan Gereja, antara lain:

  1. Penyelidikan kanonik, yang harus dijawab dengan jujur oleh Calon Mempelai.
  2. Persyaratan bagi Perkawinan Campur (Agama/Gereja)
  3. Pendaftaran, waktu dan tempat Kursus Perkawinan.
  4. Pengumuman Perkawinan di Gereja.
  5. Waktu dan tempat Perkawinan Gereja.
  6. Foto pasangan Calon Mempelai berukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar.
  7. Wawancara terakhir dan lain-lain.

1.2 Persyaratan Perkawinan Catatan Sipil

  1. Surat Keterangan Nikah dari Kelurahan, berdasarkan KTP masing-masing, yaitu model Nl,N2,N3,N4, ( bagi yang berasal dari Luar Kab. Semarang ditambah rekomendasi dari Kantor Catatan Sipil Setempat)
  2. 2 (dua) lembar fotocopy KTP masing-masing.
  3. 2 (dua) lembar fotocopy KTP para saksi.
  4. 1 (satu) lembar Kartu Keluarga asli.( Kab. Semarang)
  5. 1 (satu) lembar fotocopy Akte Kelahiran yang sudah diligalisir/yang asli.
  6. Surat izin dari Komandan (khusus bagi anggota TNI/Polri).
  7. Pas foto berdua sebanyak 8 (delapan) lembar, ukuran 4 x 6 (berdampingan, pria disebelah kanan).
  8. Imunisasi Pranikah ( Putri)
  9. Bila usia mempelai kurang dari 21 tahun dan wanita kurang dari 19 tahun, harus ada surat izin menikah dari orang tua, diatas kertas segel.
  10. Syarat-syarat tersebut diatas harus sudah lengkap di Sekretariat Paroki 1,5 bulan (6 minggu) sebelum hari pelaksanaan Pemberkatan Perkawinan.

Catatan:

  1. Kursus Persiapan Perkawinan diadakan pada setiap bulan genap, pada hari Minggu I,
  2. Hari Minggu hanya ada pemberkatan pada jam 09.30 dan 11.00 WIB.
  3. Calon mempelai warga negara asing, harap mengurus sendiri di kantor kedutaan setempat.
  4. Surat Nikah Gereja dapat diambil di kantor Sekretariat
  5. Pemberkatan Perkawinan dalam Perayaan Ekaristi hanya diberikan bagi perkawinan Sakramental dan “wajar”.
  6. Apabila pada hari yang sama ada beberapa pasangan, sebaiknya digabung (Pemberkatan bersama).

%d blogger menyukai ini: