(0298) 591028 [email protected]

 

Devosi St. Yusup Era 1600

Pada tahun 1600-an, devosi kepada St. Yusup diistimewakan. Yesuit Prancis memulai misi di antara penduduk pribumi Amerika Utara. Pada 1649, mereka membangun pusat misi di Pulau Kristen (Isle de Saint-Joseph). Lekas waktu kemudian, St. Yusup diangkat menjadi pelindung utama Kanada. Misionaris Yesuit di Paraguay pada abad ke-17 juga menyebarluaskan devosi kepada St. Yusup kepada suku-suku asli. Menurut Life of St. Joseph yang ditulis oleh Yesuit Meksiko, Joseph Vallejo SJ, devosi kepada St. Yusup dikembangkan oleh Yesuit di Benua Amerika. Ada pula kebiasaan memperingati tanggal 19 setiap bulan demi menghormati St. Yusup  di Mexico City hingga di New Spain. Nama Yusup kerap dipakai sebagai nama baptis dan penguatan sampai-sampai ketika berjumpa dengan seorang asing ia akan dipanggil “Yusup”.

St. Yusup dipandang sebagai model “kematian kudus” sejak zaman dahulu sebab kedekatannya dengan Yesus dan Maria. Pada 1648, P. Vincent Caraffa, jenderal ketujuh Serikat, mendirikan perkumpulan yang dinamai ‘Bona Mors’ (kematian yang baik/ apik), di Gesú. Perkumpulan ini segera tersebar luas di seluruh Italia. Pada 1733, Pater Jenderal Retz mengangkat St. Yusup sebagai “pelindung istimewa bagi Serikat Yesus” dan memerintahkan agar semua komunitas Yesuit berdoa khusus pada St. Yusup setiap hari.

Pada abad ke-18, St. Yusup dihormati sebagai Santo Pelindung Serikat di banyak Provinsi. Catatan sejarah menyebutkan bahwa setiap kolese Serikat di Spanyol, Prancis, dan Eropa Tengah memiliki sebuah kapel yang diberi nama pelindung St. Yusup.

Era 1800-an

Segera sesudah restorasi Serikat 1814, devosi kepada St Yusup semakin dikukuhkan dan didokumentasikan. Pada 1816, Paus Pius VII, atas permintaan Serikat menyebarkan lebih luas Ofisi dan Misa kepada santo pelindung, St. Yusup, kepada seluruh Serikat dan menaikkan tingkatnya menjadi ‘pesta kelas dua’.

Pada abad ke-19, ada kebiasaan di setiap komunitas Yesuit untuk menempakan lukisan St. Yusup di dekat pintu masuk komunitas, untuk memohon perlindungannya, memohon rahmat kesetiaan hingga wafat sebagai Yesuit, dan membantu berkembangnya panggilan. Pada 1859, Paus Pius IX menaikkan tingkatan liturginya sebagai ‘pesta kelas pertama’ dengan ditambahi Oktaf. Ketika Paus Pius XII, pada 1955, menyatakan pesta ‘St. Yusup Pekerja’ (1 Mei), Gereja dan Serikat memindahkan pesta pelindungnya dari kalender.

Kurang Populer?

Dari sekian banyak orang kudus, St Yusup kelihatan tidak menonjol. Nyaris tidak ada tempat ziarah bagi St Yusup. Bahkan, patungnya di Gereja pun kadang tidak dilirik apalagi dipasangi lilin doa. Seorang pastor Yesuit berkomentar “Ini sesuai dengan karakter dari santo paling rendah hati ini, yakni bahwa dia tidak pernah memprotes!” Populer atau tidaknya St. Yusup, ia tetap merupakan bagian sangat penting dari peristiwa penyelamatan Yesus Kristus di dunia. Kita semestinya berbangga memiliki pelindung paroki St. Yusup, seorang pria sejati dan bapa keluarga yang paling dekat dengan Sang Kristus. Semoga para pemuda dan keluarga Kristiani mau belajar dari spiritualitas St. Yusup. Berkah Dalem!

 

Disadur oleh Th Surya Awangga SJ dari JIVAN, Maret 2013

 

 

%d blogger menyukai ini: